Katakan Ke mall, nonton, makan, sampai traveling atau pergi ke kondangan sendirian sepertinya belum jadi hal yang wajar. Ketahuan melakukannya, jangan kaget kalau kamu dapat banyak pertanyaan.

“Kok sendirian saja sich? ” “Nggak sama temannya yang tempo hari? ” “Kok tidak sama pacar saja? ” Hmmm… walau sebenarnya mengapa ya memangnya bila kita lebih sukai sendiri?

Bukanlah bermakna anda tidak miliki rekan. Cuma saja, agar orang yang lain tidak berhasil memahami, pergi sendirian memanglah senantiasa merasa mengasyikkan. Ini hal yang cuma juga akan anda mengerti bila anda lebih sukai ke mana-mana sendiri!

1. Tak tahu mengapa, orang senantiasa minta keterangan mengapa anda makan/berjalan-jalan sendirian. Walau sebenarnya ‘kan tidak segalanya mesti dikerjakan bareng-bareng rekan…

“Mau ke mana? Lho, sendirian saja? ”

“Eh, sendirian saja lo? Mengapa? Yang tempo hari mana? ”

“Sendirian ajaaa seperti anak ilang…”

AGGHHHH! Tak tahu mengapa, anda mesti senantiasa membela diri waktu pergi atau beraktivitas keseharian sendiri. Terkadang anda hingga bingung harus jawab apa saat di tanya, “Kok sendiri saja? ” Ingin katakan sekali lagi ingin sendiri, takut orang tidak tahu. Ingin katakan tidak ada rekan yang dapat di ajak main, kesannya sedih banget. Lagian itu bohong, karena anda memanglah berniat tidak ngajak siapapun juga dari pertama.

Jadi bila kelak di tanya mengapa sendirian sekali lagi, kurang lebih mesti katakan apa ya… *nggak sempat ngerti jawabannya*

2. Karena seringkali sendirian, anda yang miliki pacar jadi disangka jomblo. Anda yang memang jomblo disangka tidak miliki rekan

“Kenapa mesti sendirian bila miliki pacar? ”

Ih, memangnya anda anak SMP yang bila pacaran mesti ke mana-mana berdua?

“Kenapa tidak ngajak rekan saja agar tidak sendiri? ”

Hmmm… iya sich, namun bila anda memanglah sekali lagi ingin sendiri?

Sendiri atau tidak itu pilihan. Terkadang anda pilih buat sendiri, terkadang anda lebih sukai pergi bareng rekan-rekan. Pop question : bila sekali lagi beberapa ramai, mengapa tidak ada yang bertanya “Kok ramai banget sama kawan-kawan? Tidak sendirian saja? ” Ih, kok standard ganda?

3. Pergi bareng rekan memanglah mengasyikkan. Namun berjalan-jalan sendirian itu lebih praktis serta tidak banyak keribetan

*pergi sama rekan* “Ini kita ingin ke mana? ”

“Terserah. ”

“Okay, jika kafe dekat kost-ku saja bagaimana? ”

“Hmmm… Bisa ke yang beda saja tidak? ”

“Lah barusan tuturnya terserah -_-“

“Mau pergi jam berapakah? Okee jam 7 yaaa. ”

*Lalu jam 8. 30 baru berangkat*

Keribetan jenis diatas tentu tidak juga akan berlangsung bila anda mengambil keputusan untuk pergi sendiri. Meskipun pergi sama rekan itu mengasyikkan, pergi sendiri itu lebih praktis serta tidak mesti gunakan kompromi.

4. Nonton sendirian juga lebih tenang. Anda tidak butuh bareng rekanmu yang senantiasa cerewet komentar

Rekan : “Eh, ingin bertanya deh. Kok si itu masih tetap hidup sich? Bukannya barusan telah mati? Ini ceritanya bagaimana sich? Itu siapa? Yang baik yang mana? ”

Anda : “Ssshhh… telah ah nonton saja! ”

Beberapa orang yang tidak dapat diam di bioskop. Karena sangat cerewetnya berkomentar, mereka hingga mengganggu pengunjung bioskop yang lain. Sayangnya, rekan dekatmu miliki kebiasaan jelek ini setiap saat nonton bioskop. Duduk di sebelahnya yaitu nightmare saat anda mesti meladeni pertanyaan serta komentar dari dia tiap-tiap 15 menit sekali.

Bila anda nonton sendiri, hal semacam ini pasti tidak butuh anda pusingkan. Anda dapat duduk serta nikmati film hingga habis dengan tenang~~